Entah berapa ribu kali saya dengar dan baca kalimat ini, dan saya hanya bisa tertawa sinis. Gombal! Boleh jadi sumpah tahi kucing ini dimaksud untuk meyakinkan orang yang dikejar penulis atau pengucapnya, tapi apapun itu ini sumpah gombal. Tapi saya punya teori tersendiri ttg kebiasaan membual ini. Orang yang lagi kasmaran atau berahi biasanya memang akan jadi tolol. Mereka lupa hitungan aritmetika yang paling sederhana, dan logikanya jadi tumpul karena pikirannya hanya tertuju pada mahluk yang membuat jiwanya diamuk nafsu berahi. Ada penelitian yang rada edan di Amerika. sebanyak 200 pasangan seks dijadikan kelinci percobaan untuk membuktikan bahwa saat lelaki sedang berahi tinggi—katakanlah lagi horny dan kebelet untuk ML—mereka jadi tolol dan kehilangan nalar serta kemampuan motoriknya. Nah, ke 200 pasangan relawan itu dimonitor pada saat mereka lagi foreplay. Ketika para cowok itu sudah kebelet, mereka sengaja diberi peetanyaan2 teka teki silang dan hitungan matematika. Pada umumnya mereka gak bisa menjawab, padahal dalam situasi normal pertanyaan2 itu kelewat remeh. Lebih lucu lagi ketika diuji kemampuan motoriknya. Saat ereksi hebat, para pria sengaja disuruh memasukkan jarum ke lubang kancing, atau mengencangkan tali sepatu. Hampir semuanya gagal melakukan dengan baik. Yang lebih kocak lagi, mereka selalu gagal melepaskan kancing bra para pasangannya. Semakin rumit bentuk bra itu dan semakin banyak kancingnya, semakin frustrasi para cowok itu. Bayangkan kalau pria2 yang sudah gelap mata itu disuruh bermain kubus Rubic, bisa gila mereka. Nah, ketika diuji kemampuan verbalnya, mereka selalu hilang fokus dan menjawab asal kena. Kenapa bisa demikian? Saat mendapatkan ereksi, sebagian besar suplai darah memang terkonsentrasi ke bagian vital para pejantan, yang membuat senjata mereka meregang dan mengeras. Suplai oksigen ke otak, yang memungkinkan orang berpikir waras dan rasional, juga terganggu. Inilah kenapa para maniak pemerkosa sering kalap dan berbuat sadis kalau korbannya berontak. Mereka bisa membunuh dan bahkan memutilasi korbannya. Dari sini saya berani simpulkan, orang yang obral janji “I will love you forever” itu pasti lagi tolol karena kemampuan berhitung mereka lagi macet. Mereka bilang cinta dan akan menunggu selamanya, padahal hati kecilnya pengin secepatnya menyergap mahluk jelita yang bergentayangan dalam tiap mimpi basahnya. Buat para gadis belia, harap diingat: Kejahatan terjadi bukan karena ada niat pelakunya, tapi juga karena yang bersangkutan lagi anyang-anyangen. Waspadalah! Waspadalah! (Subiyanto, 2010)